|
Perusahaan lokal PT Leadvison Technology mulai memproduksi
notebook mengikuti standar CBB (common building block) dengan target
menguasai 10%-15% pasar notebook d Indonesia.
Produk yang diberi nama dagang BYON (build your own notebook) ini
merupakan produk pertama notebook dengan standar CBB yang masuk pasar
Indonesia.
CBB merupakan konsep yang dikembangkan Intel dengan menstandardisasi
komponen-komponen notebook. Jika sebuah notebook mengikuti standar CBB
maka dapat diperbarui (upgrade) tanpa melalui vendor semula sebab
banyak produsen yang membuat komponen kompatibel.
Konsep yang mirip dengan CBB telah digunakan di segmen komputer
desktop, sehingga pengguna dapat memodifikasi komputernya dengan mudah.
Standar ini diklaim dapat menghemat biaya produksi yang ditanggung
vendor maupun biaya pemeliharaan dan penggantian komponen yang
ditanggung pengguna.
Chris Irwan Japari, Direktur Pemasaran PT Leadvision Technology,
mengatakan standardisasi komponen akan menjadi tren teknologi informasi
masa datang karena sangat berpihak kepada pengguna.
Hingga saat ini, katanya, notebook yang beredar di pasar Indonesia
menganut konsep proprietary yang membuat pengguna sangat tergantung
pada satu produsen. Dia mencontohkan baterai yang punya masa pakai
relatif terbatas namun tiap tipe notebook proprietary memiliki bentuk
tersendiri dengan colokan pasok daya yang juga berlainan.
Pada tahap pertama, Leadvision memasarkan beberapa tipe notebook BYON
yang dilengkapi prosesor Intel Core Duo dengan harga berkisar US$995
hingga US$1.100.
"Kami harapkan dalam tahun pertama bisa menguasai 10%-15% pasar
notebook di Indonesia," ujarnya kemarin.
Dalam memasarkan produk ini, Leadvision menggandeng Astrindo yang
memiliki 5.000 channel distribusi. Leadvison membidik pasar korporasi
yang membutuhkan perangkat kerja dengan biaya hemat, serta kalangan
muda yang paham seluk-beluk komputer.
Chris berpendapat sistem standardisasi pada notebook CBB dapat
mendukung perkembangan manufaktur lokal sebagai pemasok
komponen-komponen notebook.
Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia Corporation, menilai
konsep CBB dapat memberi pengguna lebih banyak pilihan, meningkatkan
diferensiasi produk notebook, serta mendorong industri komponen lokal.
|